Filsafah Buah Durian

Durian atau duren adalah salah satu buah tropis yang sangat terkenal di Asia Tenggara. Buah ini punya ciri khas kulit yang keras, berlekuk serta tajam seperti duri. Buah ini cukup kontroversial dan sering disebut-sebut sebagai ‘raja dari segala buah’ (King of Fruit).

Meskipun punya banyak penggemar, banyak juga yang tidak menyukai aromanya. Durian sebenarnya bukan spesies tunggal tapi bagian dari marga Durio. Durian yang uumumnya dikonsumsi adalah Durio zibathinus. Di Indonesia sendiri, buah ini punya banyak nama lokal seperti Duren (Jawa/Betawi), kadu (Sunda), Duriang (Manado), Duliang (Toraja), Rulen (Pulau Seram bagian Timur).

Setiap 100 g salut biji Durian mengandung :
67 g air,
28,9 g karbohidrat,
2,5 g lemak,
2,5 g protein,
1,4 g serat
520 kJ energi.

Selain itu, Durian juga mengandung Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin C, Kalium, Kalsium dan Fosfor. Sayangnya, karena baunya yang menyengat sejumlah perusahaan melarang orang membawa durian ke kabin pesawat, ke angkutan umum atau ke hotel.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, Durian dianggap sebagai makanan yang ‘panas’ karena bisa membuat tubuh berkeringat setelah memakannya. Padahal, secara ilmiah hal ini belum pernah dibuktikan. Kemungkinan hal ini karena nutrisinya yang padat, sehingga kebanyakan orang memakannya berlebihan dan berakibat pada kenaikan tekanan darah. Hal itu adalah reaksi ilmiah jika terlalu banyak memakan apapun.

Selain segudang kontroversi dan manfaat buah Durian tadi, ternyata ada beberapa sifat buah Durian yang patut untuk kita tiru :

Beraroma Tajam

Tidak ada buah lain yang beraroma setajam durian. Bahkan hingga dijuluki “King of Fruits”. Jadi, kita harus berani menunjukan siapa diri kita sebenarnya, jangan pernah menjadi orang lain, jangan pernah minder apalagi menyembunyikan jati diri.

Kulit Durian Kerat dan Berduri

Kita harus teguh dengan pendirian kita, tidak plin-plan dan tidak mudah dipengaruhi orang lain. Yang terpenting, kita harus percaya akan keputusan yang telah kita ambil. Niscaya, tidak akan ada yang meragukan kemampuan kita sebagai pemimpin nantinya.

Isinya lembut

Meskipun luarnya jelek, keras dan berduri tapi didalamnya tetap lembut dan enak. Intinya, penampilan luar mungkin bisa menipu dan belum tentu mencerminkan kepribadian dan sifat seseorang. Jadi, ingatlah pepatah lama, “Jangan nilai buku dari sampulnya”.

Durian Harganya Mahal

Kita harus menjungjung tinggi harga diri kita, jangan mau diinjak dan dilecehkan orang lain dan ingatlah setiap manusia itu berharga serta punya kedudukan yang sama dimata Tuhan. So, jangan merendahkan orang lain juga.

Durian Musiman

Kata lain dari musiman adalah tidak ada setiap hari alias unik, jadi kita sebagai manusia diciptakan berbeda-beda dan unik. Jangan pernah mau disamakan atau menyamakan diri dengan orang lain. Setiap orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Pohon Durian yang Tinggi

Ingatlah dengan slogan dari Agnes Monica “Dream,  Believe, And Make It Happen”. Bermimpilah seperti pohon Durian yang terus tumbuh tinggi. Penemuan-penemuan hebat umat manusia semua berawal dari mimpi yang berusaha diwujudkan dengan kerja keras.

Durian tidak akan jatuh sebelum matang

Setiap hal dan kesempatan memerlukan waktu. Jadi, jangan terburu-buru dalam melakukan sesuatu atau mengambil keputusan. Buatlah sematang mungkin baru lakukan. Dan jika belum berhasil juga, jangan putus asa karena semuanya butuh proses, tetaplah sabar, berusaha dan berdoa maka semua akan indah pada waktunya.

 

sumber : http://www.dearryk.com/2012/10/filsafat-buah-durian.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s