kegiatan belajar menjelang unas

Menjelang Ujian Nasional (UN) mendatang, berbagai kegiatan belajar terus dilakukan. hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Dumai.

DUMAI (RIAU) – Usai libur semester ganjil, sekolah langsung menyibukan diri dengan kegiatan proses belajar mengajar. Sekolah tak perduli dengan suasana masih tahun baru, karena mereka (pihak sekolah,red) tak ingin kegitan proses belajar mengajar menjadi tertunda. Seperti suasana di SMPN 1 Kota Dumai, dimana pihak sekolah langsung mengadakan kegiatan proses belajar mengajar (PBM) seperti biasanya.

Tidak ada kegiatan lain, semua terpusat pada PBM. Begitu pula waktu belajar tak ada pengurangan waktu, malah jadwal pulang seperti biasa. Hal ini dibenarkan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Dumai yang terletak di Jalan Patimura Kota Dumai, Sarifudin. Malah untuk siswa kelas 3 saat ini sedang disibukkan membahas soal-soal yang berhubungan dengan Ujian Nasional (UN), karena beberapa hari lagi akan digelar try out UN. Menurutnya, soal yang dibahas lebih mengacu kepada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang sudah disusun sebelumnya. “Mudah-mudahan soal yang dibahas sesuai dengan UN mendatang,” ujarnya saat ditemui di sekolahnya, Selasa (11/1/11) kemarin.

Lebih lanjut Sarifudin menyatakan, setiap menjelang pelaksanaan UN di SMN 1 Dumai persiapan-persiapan telah terencana dengan sangat matang. Hal ini dapat dilihat dari hasil kelulusan yang mencapai hampir 100 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Kita berharap tahun ini kelulusan UN mendatang jauh lebih baik dari tahun lalu dan peserta bisa lulus semua dengan hasil yang memuaskan,” kata dia lagi.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai, Affifudin mengatakan, untuk pelaksanaan ujian try out pertama direncanakan dalam waktu dekat ini akan digelar. Sedangkan saat ini lanjutnya, persiapan dalam menghadapi ujian tersebut sudah mulai dilaksanakan disetiap sekolah-sekolah yang ada di Kota Dumai.

Pembahasan yang dilakukan kata Affifudin, sudah tentu mengacu kepada SKL yang sudah disusun sebelumnya. Maka dari itu jika soal-soal yang dibahas dan dikerjakan harus serius dan dapat dimengerti, dipastikan try out akan mudah dilaksanakan. Namun sebaliknya jika pembahasan soal-soal dilakukan dengan kurang sungguh-sungguh, maka try out pertama akan sulit dikerjakan. “Oleh karena itu kami menghimbau kepada guru bersangkutan agar lebih serius lagi membahas soal-soal yang berhubungan dengan try out sehingga hasilnya nanti dapat lebih baik,” katanya.

Bila hasil try out pertama nilainya bagus, maka UN mendatang pasti tidak ada kendala apapun. Saat ini kata dia, soal try out pertama sudah selesai digandakan yang mana sebelumnya sudah disusun. Dia berharap kisi-kisi pembahasan soal try out di sekolah tidak melenceng dari pelaksanaannya nanti. Selain itu, Kadisdik Dumai ini juga mengajak kepada orang tua siswa agar selalu pro aktif mengamati dan memantau perkembangan anaknya baik dirumah amupun di luar rumah. Dengan adanya sikap ini, diyakini dia, si anak tidak bisa lagi keluyuran sampai lama-lama dan banyak bermain diluar.

Menurutnya, banyak kegiatan yang lebih efektif dilaksanakan di rumah saat siswa pulang sekolah maupun libur sekolah diantaranya mengulang kembali mata pelajaran sekolah, latihan mata pelajaran Matematika, Fisika dan lainnya serta membaca buku yang berhubungan dengan pengetahuan. Apalagi kata Affifudin, pelaksanaan UN tinggal beberapa bulan lagi digelar. “Untuk itu saya berharap kepada semua siswa agar jangan terlena dari sekarang persiapkan diri untuk bekal UN nanti,” pesannya.

Sementara terkait gossip tentang menurunnya mutu pendidikan atau nilai anak murid di Kota Dumai, Affifudin mengatakan bahwa penyebab turunnya moralitas pelajar, diantaranya kurangnya perhatian dari pihak orang tua terhadap si anak. Mereka (anak,red), terbawa arus dengan temannya sendiri dalam pergaulan lingkungan. “Sudah sepantasnya orang tua harus bersikap peduli dan memberikan pengajaran budi pekerti yang baik terhadap anaknya. Dengan demikian, maka masa depan si anak pasti akan lebih baik lagi dan pasti akan terhindar dari bahaya yang merugikan diri sendiri,” katanya.

Disamping itu juga lanjut dia, pembinaan agama sangat penting dalam membentengi moral para pelajar, tentunya dengan bimbingan-bimbingan rohani yang dapat diterima dengan akal, bermanfaat dan mudah dipahami sehingga dengan demikian mereka secara berangsur-angsur akan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang merusak moral. “Baik buruknya watak dan akhlak budi pekerti si anak terletak pada orang tua yang bersangkutan bagaimana ia dapat mendidik dan memberikan pengajaran yang lebih berharga,” bebernya.

Namun bila orang tua kurang peduli dan tanggap terhadap pola pikiran dan masalah yang dimiliki, maka masa depan si anak didik pasti akan menjadi hancur. Sebaliknya jika orang tua dapat mendidik si anak dengan baik, selalu memperhatikannya dan membimbingnya dengan pengaajaran yang bermanfaat, maka masa depan si anak pasti lebih baik dan dapat menjadi anak berguna bagi nusa dan bangsa. “Saatnya mari bersama-sama kita peduli dan terus memperhatikan anak didik kita agar mereka dapat belajar dengan sungguh-sungguh dan berbuat yang lebih baik kedepannya,” ajak Kadisdik Dumai lagi

http://riauhariini.com/daerah.php?act=full&id=2026&kat=10

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s